Tuesday, December 17, 2019

Perubahan auto rejection perdagangan saham

Bursa Efek Indonesia telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00113/BEI/12-2016 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas pada tanggal 13 Desember 2016;

Ketentuan mengenai Auto Rejection dalam Lampiran Keputusan ini diatur sebagai berikut:
Rentang HargaSaat iniBaru
Batas AtasBatas BawahBatas AtasBatas Bawah
Rp50 – Rp20035%10%35%35%
Rp200 – Rp5.00025%10%25%25%
> Rp5.00020%10%20%20%
Keputusan ini efektif diberlakukan mulai tanggal 3 Januari 2017
Pengujian Sistem (Mock Trading) akan dilaksanakan pada hari Sabtu 17 Desember 2016.

Monday, January 9, 2017

Sukses Diawali Satu Langkah ... Dan Terus Melangkah

Barangkali Anda pernah mendengar kalimat "Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah" dari Sun Tzu. Memang benar adanya bahwa setiap kesuksesan tidak pernah muncul secara tiba-tiba. Mungkin ada yang protes, bisa saja kalau kita beli lotere langsung kaya raya. Hahaha, saya bilang tetap ada langkah pertamanya yaitu beli lotere. Benar kan? Umumnya seseorang menjadi sukses karena mau mengambil langkah pertama untuk mencapai tujuan mereka. Warren Buffett, investor paling sukses di dunia juga tidak langsung menempati posisinya sekarang secara tiba-tiba. Walaupun orang tuanya memang termasuk berada, anggota Konggres dan memiliki berbagai usaha termasuk perusahaan pialang. Tapi Buffet kecil, secara bertahap meniti tangga kariernya.
Buffett kecil menjual permen karet, Coca-Cola, dan majalah mingguan dari pintu ke pintu. Dia bekerja di toko kelontong kakeknya. Waktu SMA ia bekerja sebagai loper koran. Langkah pertama Buffett dalam berinvestasi dimulai ketika pada usia 11 tahun, di tahun 1941 ia membeli tiga saham Cities Service. Hingga akhirnya menempati peringkat orang terkaya di dunia pada tahun 2008.
Langkah pertama saya berinvestasi saham dimulai dari kampus. Kebetulan saat itu di perpustakaan kampus sedang ramai sekali, saya pikir ada apa. Ternyata pada ribut memperhatikan satu layar, yaitu layar grafik saham. Saat itulah pertama kali saya melihat grafik saham. Di kampus memang sedang ada program pojok saham. Satu komputer ditempatkan di perpustakaan sebagai sarana memonitor saham. Karena tertarik, saya ikut menonton. Berlanjut keesokan harinya. Dan hari berikutnya. Hingga akhirnya mulai ikut patungan bersama teman membeli saham. Itulah awal saya mengenal saham. Dan langkah awal tersebut terus berlanjut sampai sekarang hingga saya menggeluti dunia investasi saham.
Sayangnya kemudian setelah lulus, kegiatan investasi saham tersebut tidak berlanjut sampai beberapa lama. Sempat berhenti beberapa tahun, sebelum saya kembali mempelajari saham. Coba seandainya tidak berhenti, tapi terus berinvestasi kemungkinan hasil yang saya dapatkan lebih banyak lagi.
Langkah pertama memang penting, tapi langkah selanjutnya juga penting. Warren Buffett terus berinvestasi sejak muda hingga tua, tanpa pernah berhenti. Barangkali bila Warren Buffett berhenti di tengah jalan mungkin ia tidak menjadi orang terkaya sejagat. Banyak orang berhenti melangkah lagi menuju tujuannya, terutama karena ada halangan. Dalam berinvestasi misalnya saja karena pasar saham crash, menjadi takut, trauma dan akhirnya berhenti berinvestasi.
Langkah pertama memutuskan untuk berinvestasi memang penting, tapi langkah berikutnya yaitu menjaga kedisiplinan untuk tetap berinvestasi dalam jangka panjang juga tidak kalah penting. Banyak orang bilang, "Langkah pertama itu paling susah, selanjutnya akan mudah." Menurut saya, dalam investasi justru terbalik. Memutuskan berinvestasi itu mudah, tinggal buka rekening, setor, beli saham, beres. Tapi untuk selanjutnya tetap berinvestasi itu lebih tidak mudah. Apalagi pasar saham bisa berfluktuasi. Ierinvestasi itu perlu proses, baik dalam pembelajaran dan juga waktu. Banyak orang tidak suka menjalani "proses". Tetapi proses itu harus dijalani jika kita ingin berinvestasi.
Proses dalam berinvestasi saham itu kadang nggak enak. Pernah merasakan pasar saham crash, atau anjlok tidak terkira? Pernah merasakan pasar saham stagnan dalam jangka waktu lama? Mungkin tidak semua orang pernah merasakan, tapi suatu saat kita akan merasakannya. Itulah proses yang akan kita jalani sebagai investor saham.
Setelah melangkah pertama, kita harus terus melangkah. Jika tidak kita akan berhenti di tengah jalan. Berhenti sama artinya dengan tujuan yang tidak tercapai. Untuk itu kita harus melihat proses secara berbeda. Menjalani proses bisa berefek positif, kalau kita bisa memaknai setiap kejadian dengan cara pandang yang tepat. Saat mengalami kegagalan, pandanglah sebagai pembelajaran. Jika mengalami rugi, pandanglah sebagai tantangan untuk berinvestasi atau trading lebih baik lagi

Thursday, January 5, 2017

BAYANGKAN

Bayangkan: kamu tidak perlu bekerja, tidak perlu ikut rush hour orang kantoran, tidak perlu menghadap bos yang cerewet, tidak perlu menjilat, tidak perlu membuat usaha. Bahkan, kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Saham yang kamu miliki menghasilkan uang yang cukup untuk kamu hidup enak, santai, dan masih terus tumbuh. Saya yakin semua orang punya impian seperti itu. Robert Kiyosaki menyebutnya “financial freedom“.
Tapi, ada satu masalah: kamu tidak berasal dari keluarga super kaya, tapi seperti kebanyakan orang di Indonesia, kamu berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Kamu tidak punya modal bermilyar-milyar untuk membuat pabrik, dan pabrik-pabrik di Indonesia pun tutup kalah bersaing dengan Cina. Kamu tidak punya keahlian yang sangat tinggi untuk bersaing dengan ahli-ahli di Amerika atau Singapura. Kamu hanya orang biasa. Bisakah impian itu tercapai?
Jawabannya: Bisa. Tapi kamu harus mulai sedini mungkin. Kamu harus mulai sekarang. Kamu harus mulai investasi saham. Tidak ada di sejarah manusia ada instrumen investasi yang bisa dimiliki “orang biasa” yang bisa membawanya ke puncak kekayaan. Lihat Warren Buffett. Dia mulai dengan $100, tapi dia mulai dari awal.
JADI MILYADER DARI JUALAN KAOS

Kemarin saya bersama Mochammad Rizal (CEO Billionairestore) main-main ke Kantor BLAZBLUZ
Blazbluz adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Ritel yang sudah mencetak profit ratusan juta perbulan dari penjualan Online.
Singkat cerita nyampe disana.
beretemu dengan Om Ajay (Founder Blazbluz) kita Sharing Sharing tentang strategi fb Ads.
Diluar pembahasan itu, ada sebuah cerita yang menarik untuk saya dengar, bagai mana perjalanan kesuksesan Blazbluz dalam menjual kaos secara online yang saat ini sudah menghasilkan Omset ratusan juta rupiah perminggu
Kalo melihat Kantornya blazbluz ada 2 rumah Dan masing-masing 2 lantai, itu hanya untuk tempat tinggal karyawan saja belum tempat produksi dan lain-lain, yang itu ada di 2 kota yang berbeda,.
Di situ kemarin ada 20 karyawan Admin, accounting, desaner, produksi, adverstasing yang lagi pada sibuk dengan jobnya masing-masing. Kebayang kan berapa luasnya market blazbluz ini,.?
Tapi yang gak terbayangkan oleh saya profil foundernya dulu adalah seorang mantan penjual Bakso.
Yang awalnya saya gak percaya,. Jika beliau awalnya hanya seorang pedagang bakso
Saya percaya, sampai ahirnya beliau sendiri yang bercerita mengenai itu,.
“iya Saya ini dulunya jualan bakso”. Kata om ajay
Dari jualan bakso bermigrasi menjadi karyawan untuk UKM sablon baju, Yang awalnya jadi karyawan dan memiliki pengalaman di bisnis ritel kemudian berspekulasi menyewa alat dan tempat produksi, ahirnya memutuskan untuk belajar jualan online sendiri.
Dan Hasilnya, dan alhamdullilah tempat sewanya Sekarang sudah jadi Kantor Blazbluz,
“Sukses itu tidak memandang latar belakang, asalkan mau berusaha dan belajar, belajar,belajar. Saya punya target dan saya konsisten dengan target itu”
om ajay trimakasih diperbolehkan berkunjung ke Kantor ^_^
ngomongin soal Strategi marketing
Banyak banget yang kita obrolkan, bertukar ilmu dan pengalaman, mulai dari bedah cara iklan di fb Ads sampai ke produksi dan pengiriman, lagi-lagi Fb Ads menjadi cara yang paling efektif
Jurus-jurus yang digunakan para pengiklan di blazbluz. Memang benar-benar jitu.
mulai dari retargeting iklan, membuat campaign, menentukan niche market, split test iklan,Scale Up, riset Disain yang sudah terbukti menghasilkan
menentukan jenis-jenis target audience, menentukan peluang pasar dan masih banyak lagi..
Mas ajay dan mas fery kemarin dengan ditail menjelaskanya, berapa fans page yang harus di buat, berapa iklan yang harus jalan berapa buget minimum yang harus di keluarkan, berapa profit yang harus di capai.

Tuesday, February 24, 2015

LQ 45

   Kode        Open             High       Low    Close       1 Hr         1 Bln     1 Thn
AALI     24,975       25,200          24,500      24,52-1.82.194.36
ADHI3,5103,5403,4603,470-0.57-5.9650.22
ADRO1,0001,000975980-1.51-21.03
AKRA4,8904,9204,8054,810-1.237.855.14
ANTM1,0351,0401,0201,020-0.97-3.77-3.32
ASII7,8507,9007,7757,9000.64-2.1713.26
ASRI695700680685-0.7213.2215.13
BBCA14,07514,22513,97514,025-0.185.2534.21
BBNI7,0007,0006,8256,9250.3613.5246.56
BBRI12,72512,75012,45012,700-0.26.9531.61
BBTN1,0601,0601,0351,045-0.952.45-7.52
BMRI12,00012,05011,82511,875-1.664.425.99
BMTR1,8651,8801,8501,8600.27-2.11-11.85
BSDE2,1402,1452,0752,095-1.181.732.59
CPIN3,7903,8153,7853,8150.79-4.86-5.8
CTRA1,5101,5101,4701,485-10.6844.88
EXCL4,8254,8754,7854,800-0.52-2.446.67
GGRM55,15055,52554,10054,425-1.05-6.8913.62
ICBP14,20014,32514,00014,050-1.06-5.0728.9
INCO3,4503,4503,3803,385-1.46-4.7831.71
INDF7,3507,4007,3257,3500-3.614.26
INTP23,77523,95023,70023,9501.274.135.16
ITMG18,12518,17517,72517,750-2.4716.97-33.4
JSMR7,2007,2257,0507,050-2.08-2.0828.18
KLBF1,7951,8251,7901,7950.28-4.5222.11
LPKR1,1651,1751,1401,145-1.721.7820.53
LPPF18,10018,10017,45017,5000.298.0228.68
LSIP1,8901,8901,8101,825-2.67-2.14-7.36
MNCN3,0803,0853,0353,060-0.495.5223.64
MPPA4,5004,5004,2404,470031.09106.94
PGAS5,4005,4505,3755,4250.930.938.5
PTBA10,67510,72510,42510,475-1.18-9.8912.33
PTPP3,9904,1303,9904,0552.276.71188.61
PWON54555053053505.9455.52
SCMA3,7504,0403,7253,8503.776.9449.81
SILO12,30012,32512,00012,2500-9.0916.67
SMGR14,80014,82514,75014,8000.342.25-1.82
SMRA1,8501,8651,8001,810-1.0911.0473.21
SSMS1,7851,7951,7901,7950.566.5388.95
TBIG8,7508,9508,7008,9002.89-8.2544.13
TLKM2,9202,9252,9002,9100.690.6921.25
UNTR19,25019,27519,05019,2250.397.553.36
UNVR35,40036,10035,40036,0502.05-0.4126.94
WIKA3,6603,7003,6353,6801.240.6884.46
WSKT1,8401,8601,8201,820-0.2714.47169.63

KEBIASAAN !


Banyak orang bertanya – tanya, mengapa keinginan mereka banyak yang tidak tercapai. Apa yang mereka inginkan di kepala, tidak pernah menjadi kenyataan. sebenarnya apa yang mereka lakukan? Banyak orang yang awalnya tidak terpandang menjadi seorang petinggi. Banyak orang yang awalnya kaya, merasa hidupnya akan selamanya bersinar telah menjadi orang yang tidak punya uang sepeserpun. Saya baru saja membuka – buka kembali buku – buku pengembangan diri. saya menemukan buku terkenal karangan Steven R Covey berjudul 7 habbits for highly effective teens. Betul, teens. Walaupun secara usia sudah tidak pada tempatnya membaca buku remaja, tetapi apa yang disajikan dalam buku tersebut sangat amat menggugah perasaan saya. Ia mengatakan bahwa inti dari segala yang terjadi adalah diri anda sendiri. Dibawah ini saya kutip pernyataannya yang bagi saya sangat menusuk hati setiap orang – ataupun membesarkan kepercayaan diri, jika mereka dapat berpikir jernih terhadap apa yang telah mereka lakukan selama ini dalam menggapai harapan – harapan palsu.
“Siapakah Aku?
Aku adalah teman tetapmu. Aku adalah penolongmu yang terbesar atau bebanmu yang terberat. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu. Sebagian hal yang yang kau lakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan kepadaku, maka aku akan dapat melakukannya dengan cepat dan tepat.
Aku mudah diatur – kamu tinggal tegas terhadapku. Tunjukkan kepadaku bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan dan setelah beberapa kali belajar aku akan melakukannya dengan otomatis. Aku adalah hamba dari segala insan besar, dan sayangnya, aku juga hamba dari semua pecundang. mereka yang besar, telah kujadikan besar. Mereka yang gagal, telah kujadikan pecundang.
Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan ketepatan seperti mesin ditambah intelijensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi keuntungan atau demi kehancuran – tak ada bedanya bagiku
Ambillah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka aku akan meletakkan dunia di kakimu. Kendorlah terhadapku, maka aku akan menghancurkan semua

SIAPAKAH AKU ?
AKU ADALAH KEBIASAAN !”

Betul! kebiasaan! Itu kadang tidak pernah kita pikirkan. adalah orang gila yang menginginkan suatu perubahan besar dengan melakukan hal yang sama tiap harinya. Bagaimana dengan anda?

Modal Dasar Belajar di Pasar Saham



Apa yang terjadi jika anda malu bertanya? Sesat dijalan bukan? Bagaimana jika bertanya ke orang yang salah? Tersesat juga. Hal ini menjadi hal yang umum dialami oleh trader & calon investor di pasar saham.

Tidak ada satu orangpun yang memulai sesuatu yang baru menjadi langsung bisa, apalagi menjadi ahli dalam sekejap. Semua butuh proses bukan? Nah proses inilah yang paling penting, apakah dalam proses pembelajaran anda pro-aktif atau tidak. Jika anda pro-aktif, selanjutnya apakah anda telah menemukan ‘Partner’ yang tepat? Teman yang tepat? Advisor yang tepat? Referensi yang tepat? Banyak orang yang dapat anda temui, tetapi pastikan anda tahu seberapa bernilainya rekan anda tersebut. Jika iming – iming untung gede, biasanya ‘value’-nya kebalikannya:)

Oke, saat ini saya tidak membahas bagaimana menilai orang, tapi bagaimana anda belajar untuk belajar. Ada 4M dalam prinsip pembelajaran anda yakni Motif, Mentor, Modal, dan Manajemen. Mari kita mulai satu demi satu:

Motif

Apa tujuan anda memasuki pasar saham? Untuk mengisi waktu luang? Mencari penghasilan tambahan bulanan? Mencari keuntungan yang berkesinambungan? Atau meningkatkan aset finansial dalam jangka panjang anda? Perlu anda ingat, Saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Jadi perlakukan instrumen jangka panjang ini dengan pemikiran jangka panjang. Jangan pakai pemikiran jangka pendek untuk hasil jangka panjang. Hasilnya pasti akan mengecewakan:)
Jadi, tentukan dulu motif anda. Jika anda ingin menikmati peningkatan aset secara substansial dan berkesinambungan, ini adalah bidang yang tepat. Tapi jika anda ingin mencari keuntungan jangka pendek semata, apalagi stabil setiap bulannya, anda akan babak belur disini.

Mentor:

Setelah anda menentukan / menemukan motif anda, yang perlu anda lakukan adalah belajar. Ingat, seorang ilmuwan pun memulai dari titik nol. Mereka sukses karena melalui proses pembelajaran yang tentunya melalui hal baik maupun buruk. Kadang proses pembelajaran tidak selalu menyenangkan, tetapi percaya lah jika anda konsisten, hasilnya akan amat positif.
Coba bayangkan, jika anda ingin membuka toko buku, apakah anda meminta saran / pendapat ke pemilik toko mie?
Jika anda ingin membuka toko emas, apakah anda belajar / berdiskusi ke pemilik toko besi?
Nah, jika anda ingin membuka toko emas, apakah anda berdiskusi ke pemilik toko emas yang sepi pengunjung? Atau yang ramai pengunjung?
Bagaimana prosesnya? Akan lebih mudah mendapat masukan dari pemilik toko emas sepi atau yang ramai? Tentu dari toko yang sepi bukan? Bisa dipastikan isinya kebanyakan adalah keluh kesah, pengandaian, dll. Mungkin anda akan mendapatkan saran yang menurut anda positif. Tapi, apakah hal positif itu tercermin pada hasil dari pemilik toko tersebut? Hmm, anda pasti akan mempertanyakan kebenarannya jika anda kritis.
Umumnya lebih sulit memperoleh tips sukses dari pemilik toko yang besar. Perlu effort yang lebih besar untuk mendapatkannya bukan? Tetapi pembelajaran yang anda dapatkan tentu akan lebih berkualitas dari toko kecil. Setuju?
Apa yang mudah anda dapatkan umumnya nilainya kecil. Bersyukurlah jika anda menemukan pemilik toko sukses yang mau berbagi tips / kiat suksesnya:)
Ingat, memiliki mentor / partner yang baik sangatlah penting. Ini akan menentukan masa depan anda sebagai trader / investor di pasar saham. Jika anda mengawali debut anda dengan cara yang salah, maka anda berisiko hilang dari peredaran (ini hukum alam). Jika anda memulai debut dengan benar / bersama mentor yang tepat, maka cepat atau lambat anda akan meraup hasilnya. Intinya adalah kemauan belajar yang tinggi, disiplin, dan konsisten.
Ingat, tidak ada istilah cari duit itu gampang. Semua butuh keringat. Jangan mengharapkan saran / pembelajaran yang gampangan, carilah sumber yang ber-ilmu, meyakinkan, dan ber-etika.
Mentor bisa anda dapat dari: Sesama investor, broker yang berkualitas, buku yang berkualitas, program pelatihan yang terpercaya, dll. Seperti mencari teman dahulu di sekolah, teman anda akan menentukan karakter anda:)

Modal:

Nah, anda sudah tahu motif anda, dan menemukan mentor yang tepat. Sekarang kembali ke diri anda lagi, yakni MODAL. berapa banyak dana anda? Sebanyak apapun dana anda jika dibutuhkan untuk jangka pendek maka dana tersebut tidak layak anda pakai untuk bertransaksi saham! Ingat, saham adalah instrumen jangka panjang. Jangan sekali – kali menggabungkan kebutuhan jangka pendek anda kedalamnya. Setuju?
Investasi saham setidaknya membutuhkan dana ‘nganggur’ yang tidak terpakai minimal 1 tahun kedepan. Semakin lama dana bisa anda anggurkan, akan semakin makimal hasil investasi anda. Pasar saham berfluktuasi, jangan digunakan untuk membiayai kebutuhan pasti anda!

Manajemen:

Ini bukan manajemen dalam perusahaan, tetapi manajemen keuangan & portfolio anda. Setelah anda menentukan motif, menemukan mentor, dan menghitung modal yang tersedia, ini saatnya anda menyusun manajemen / strategi pengelolaan dana anda. Hal ini berkaitan dengan analisa, penyusunan trading plan, dan exit strategy. Segala hal yang anda pelajari tidak akan menghasilkan apa – apa tanpa strategi / manajemen pelaksanaan yang baik dan disiplin. Bahkan sepintar dan sekaya apapun orang akan mengalami kerugian jika tidak dapat me-manage dengan baik.
Ingat, perusahaan baru yang didirikan dengan modal besar saja belum cukup untuk menjadikan perusahaan tersebut menguntungkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, perusahaan dengan modal kecil tapi manajemennya baik perlahan tapi pasti akan menjadi perusahan besar. Sudah banyak contoh seperti ini di sektor riil bukan? Intinya bukan besarnya dana, tetapi kualitas manajemen.
Manajemen, Mentor, dan Anda memiliki keterkaitan yang sangat tinggi. Mentor yang baik akan membentuk management yang baik bagi anda, dan mentor yang buruk tanpa disadari akan menjauhkan anda dari manajemen yang baik. Kembali kepada diri anda, mana yang anda pilih?

Setelah itu, Apa?
Inti dalam pembelajaran adalah pro-aktif. Jika anda malu bertanya, maka sesat dijalan. Tetapi jika anda terlalu banyak bertanya ke berbagai macam pihak tanpa ada filter yang jelas, anda juga akan tersesat. Temukan mentor anda, dalami konsep mereka. Implementasikan ke dalam manajemen portfolio anda dengan disiplin.
Pernahkah anda bertemu orang semacam ini:
  1. Senang mengomentari sisi negatif dari sebuah emiten?
  2. Selalu pesimis tentang market, merasa selalu ketinggian?
  3. Pasar naik, merasa kemahalan, ketika pasar turun tajam, merasa bisa turun terus?
  4. Selalu mengkritik pendapat/ metode orang tetapi jika ditanya beli apa, jawabannya tidak jelas?
  5. Selalu menguji metode orang apakah benar atau salah tetapi tidak action untuk diri sendiri?
Ini akibat dari terlalu banyak ‘mempertanyakan segala hal’, dengan kata lain terlalu pro-aktif hingga bingung mengambil posisi karena banyaknya informasi yang diserap hingga tidak memiliki keyakinan. Jangan tenggelam ke hal – hal di atas yah.
Sekian dulu ulasan mengenai kiat – kiat belajar di pasar saham, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata – kata yang mungkin tidak tepat. Ini murni untuk sharing pembelajaran saja. Terima kasih:)